Kesiapan armada penyeberangan di Pelabuhan Tanjungwangi dan Ketapang dipastikan aman jelang arus mudik Lebaran. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungwangi telah merampungkan uji petik yang dilakukan sejak akhir Januari lalu terhadap seluruh kapal yang beroperasi di perairan Banyuwangi.
Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Tanjungwangi, Widodo, mengatakan total ada 55 kapal yang telah menjalani uji petik. Baik yang beroperasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk dari Pelabuhan ASDP dan Tanjungwangi-Gili Mas dari Pelabuhan Tanjungwangi.
"Pemeriksaan dilakukan sesuai instruksi Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Laut.Sudah kita laksanakan uji petik semua dan sudah pemenuhan. Total di Tanjungwangi dan Ketapang ada 55 kapal,” ujar Widodo.

Jumlah tersebut menurutnya termasuk dengan kapal perintis yang melayani rute antar pulau dari Tanjungwangi menuju kepulauan Madura seperti, Pulau Sapeken dan Sapudi. Bahkan, salah satu kapal perintis yang baru selesai docking di Tanjung Perak juga telah menjalani uji petik sebelum kembali beroperasi. Widodo menambahkan, dalam proses pemeriksaan, tim menemukan sejumlah catatan.
Namun, menurunya mayoritas temuan bersifat minor dan sudah ditindaklanjuti oleh perusahaan pelayaran. Artinya tidak ada temuan besar yang membuat kapal sampai tidak bisa beroperasi pada angkutan lebaran kali ini.
“Temuan ada, tapi minor semua. Yang kita laporkan ke pusat juga seperti itu, dan sekarang sudah di-close semua,” tegasnya.
Mantan petugas Syahbandar Pelabuhan Ketapang itu menjelaskan jika mekanisme uji petik mengacu pada format dari pusat. Pemeriksaan mencakup konstruksi kapal, peralatan navigasi dan radio, hingga alat keselamatan. Semua dicek secara detail, termasuk uji fungsi.

“Kita cek satu per satu. Peralatan keselamatan, alat pencegahan kebakaran, alat pemadam. Tidak hanya ada, tapi juga harus berfungsi,” jelasnya.
Beberapa contoh temuan di lapangan di antaranya lampu pada jaket pelampung yang mati, perlengkapan pencegahan di kapal yang kurang, hingga lampu di kamar mesin yang belum dilengkapi penutup (cover).
“Itu temuan-temuan kecil. Seperti lampu life jacket mati, atau lampu kamar mesin belum ada cover. Semua sudah diperbaiki,” imbuhnya.
Widodo memastikan seluruh proses perbaikan telah tuntas sebelum memasuki periode angkutan Lebaran. Dengan demikian, armada yang beroperasi di Tanjungwangi dan Ketapang dinyatakan siap melayani masyarakat.“Sudah selesai semua sebelum Idul Fitri,” pungkasnya.
Handoko Khusumo
Editor : JTV Banyuwangi



















